Desa Srimulyo

Kec. Dampit
Kab. Malang - Jawa Timur

Artikel

Pendidikan atau Kebudayaan, Apakah Sebuah Pilihan

WENDA HELNA PRISCILLA

20 Agustus 2024

397 Kali dibuka

Setiap individu berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan juga merata. Pendidikan merupakan suatu usaha masyarakat dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat di masa depan. Keberlangsungan tersebut dapat dilihat dari pewarisan budaya yang ada. Oleh karena itu, baik pendidikan maupun kebudayaan, keduanya adalah hal yang penting dan mampu melengkapi satu sama lain. Hal tersebut dikarenakan, pendidikan dapat dipahami sebagai proses pewarisan dan atau pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di masa mendatang. Kenapa menjadi pilihan, ketika bisa miliki keduanya?

FBD-JANTRA Kelompok 26, yang merupakan kelompok KKN dari FISIP dan FIB UB, berusaha untuk mengangkat isu terkait melalui sebuah penyuluhan yang diadakan di SDN 1 Srimulyo pada Sabtu, 20 Juli 2024. Melalui program universitas pengabdian kepada masyarakat, Kelompok KKN 26 melakukan observasi di Desa Srimulyo, Kec. Dampit, Kab. Malang dan menemukan rendahnya minat berpendidikan pada anak-anak di jenjang SD hingga SMA yang mana merupakan usia WAJAR (Wajib Belajar) Nasional. “Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, tapi biasanya dan mayoritas itu karena faktor finansial,” ujar Bu Sri, Kepala Sekolah SDN 1 Srimulyo. 

Namun, sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menjamin program WAJAR diselenggarakan tanpa pungutan biaya apapun. Adapun jika ada biaya tambahan seperti baju sekolah, alat tulis dll., pihak sekolah, mengutip dari Kepala Sekolah SDN 1 Srimulyo, bersedia untuk membantu. Tetapi, tidak dari murid maupun wali murid memilih kebudayaan setempat yakni Bantengan. Hal tersebut dikarenakan, Bantengan memiliki euforia yang lebih ketimbang proses belajar mengajar di sekolah, sekaligus memberikan peningkatan finansial yang besar dan pesat. Masyarakat setempat percaya akan dampak jangka panjang dari berpendidikan, tetapi ketika terdapat suatu hal yang memberikan manfaat secara instan dan berada di depan mata, kenapa tidak?

Adapun stigma sosial yang berada di masyarakat Desa Srimulyo yang menentukan kelas sosial melalui dukungan terhadap kebudayaan Bantengan tersebut. Tidak jarang orang tua yang mendorong anaknya untuk bergabung pada grup kesenian pelaksana kebudayaan Bantengan setempat, Lembu Kemuning. Selain memberikan dampak finansial yang cukup signifikan, dengan bergabung dianggap menentukan strata sosial.

Melalui program penyuluhan pelaku budaya (Srimulyo Heritage Guardians) (20/07), Kelompok KKN 26 menyebutkan bahwa seseorang tidak seharusnya memilih antara pendidikan dan kebudayaan, melainkan hak yang seharusnya dimiliki masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, pendidikan yang layak, aksesibel dan merata merupakan hak yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Di lain sisi, kebudayaan Bantengan juga merupakan identitas yang dimiliki warga setempat, dan antara pendidikan dan kebudayaan dapat berjalan secara berdampingan. 

Penyuluhan ini berupaya untuk menyampaikan urgensi dari menanamkan esensi berpendidikan bagi orang tua kepada anak-anaknya. Hal tersebut bukan berarti masyarakat Desa Srimulyo harus melepaskan esensi kebudayaan yang ada. Melainkan pentingnya menyeimbangkan aspek keduanya untuk menjaga kehidupan dalam jangka waktu pendek maupun panjang. 

Komentar yang terbit pada artikel "Pendidikan atau Kebudayaan, Apakah Sebuah Pilihan "

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

M. MUKLIS

Sekretaris Desa

EKO SUNARDI

Kaur Keuangan

EKO WIDODO

Kaur Umum dan Tata Usaha

ANGGELINA DWI ALFAREZA

Kaur Perencanaan

WENDA HELNA PRISCILLA

Kasi Pemerintahan

KUS INDRATNO

Kasi Pelayanan

DIDIK EDY SUDARMANTO

Kasi Kesejahteraan

MUSTAIN ROMLI

Kepala Dusun Krajan

SUPRIONO

Kepala Dusun Balerejo

SUBARIADI

Kepala Dusun Sukorejo

MUHAMMAD NUR

Kepala Dusun Purwosari

MULYANTO

Staff

SENIRAN

Staff

SAPARI

Staff

BASHORI

Staff

SURADJI

Staff

LUTFIATUL AZIZA

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Srimulyo

Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 16:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 16:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Komentar

kartolo

25 Desember 2022 22:34:13

semoga srimulyo jaya...

Rudi Purwanto

24 Desember 2022 02:49:15

Mantap desa Srimulyo...

Statistik Pengunjung

Hari ini:83
Kemarin:69
Total:41.939
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.35
Browser:Mozilla 5.0

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-8.2823812
Longitude:112.7821438

Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang - Jawa Timur

Buka Peta

Wilayah Desa